Pages

Kamis, 06 Juli 2017

BERBAGAI PENYAKIT SOSIAL AKIBAT PENYIMPANGAN SOSIAL

  • PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL
Terjadinya perilaku penyimpangan sosial disebabkan gagalnya individu atau kelompok untuk mengidentifikasi diri. Perilaku yang menyimpang dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga yaitu mengonsumsi narkoba dan menenggak minuman keras dan ada yang terjadi di lingkungan masyarakat, yaitu tawuran antar sekolah dan korps. Jadi dapat disimpulkan bahwa penyimpangan sosial adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai dan norma yang melanggar, bertentangan atau menyimpang dari aturan-aturan hukum.

  • SIFAT-SIFAT PENYIMPANGAN SOSIAL 
  1. Penyimpangan positif, yaitu penyimpangan yang memiliki dampak positif terhadap kehidupan, masyarakat umum maupun dirinya.
  2. Penyimpangan negatif, yaitu penyimpangan yang cenderung merugikan pelaku dan masyarakat. 

  • BENTUK PENYIMPANGAN SOSIAL
  1. Penyimpangan primer, yaitu bentuk penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan masyarakat masih menolerir pelaku penyimpangan.
  2. Penyimpangan sekunder, yaitu perbuatan yang dilakukan secara khas memperlihatkan perilaku penyimpangan dan tindakan tersebut selalu meresahkan orang.
  3. Penyimpangan individu, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang dengan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku
  4. Penyimpangan kelompok, yaitu penyimpangan yang dilakukan secara kolektif dengan cara melakukan kegiatan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku.

  • MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL
Penyimpangan sosial dalam keluarga dapat terjadi sebagai akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna.
    • Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan terlarang
Narkotika adalah bahan (zat) aktif yang bekerja pada sistem saraf yang dapat menyebabkan   hilangnya kesadaran dan rasa sakit, serta dapat menyebabkan ketergantungan.
    • Alkoholisme/minuman keras
 Alkohol adalah cairan tidak berwarna yang dapat memabukkan dalam kebanyakan minuman keras. Nama lain alkohol adalah etanol, yaitu bahan psikoaktif yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran.
    • Hubungan seksual di luar nikah
Dalam lingkungan masyarakat yang memegang teguh norma, perilaku seksual di luar nikah tidak dapat dibenarkan. Perilaku tersebut dikatakan sebagai perbuatan buruk yang sangat terlarang yang dapat merusak tata nilai yang berlaku dalam masyarakat
    • Penyimpangan seksual
Penyimpangan seksual merupakan salah satu bentuk perilaku yang menyimpang karena melanggar norma-norma yang berlaku, seperti homoseksual, lesbianisme, transeksual & homoseksual.
    • Perjudian
Perjudian (gambling) adalah bentuk kegiatan yang pemainnya bertaruh atau memasang taruhan. sesuatu yang dipertaruhkan dapat berupa uang, atau lainnya yang dianggap bernilai tinggi dalam suatu komunitas.

  • MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT
    • Tawuran
Perkelahian antar remaja sering disebut tawuran. Tawuran adalah bentuk penyimpangan sosial. Tawuran terjadi karena ulah beberapa pelajar yang meluas kepada banyak pelajar.
    • Prostitusi da pekerja seks komersial
Prostitusi atau pelacuran adalah pekerjaan yang berkaitan dengan penjualan jasa seksual untuk mendapatkan uang. seseorang yang menjual jasa seksual disebut sebagai PSK (penjaja seks komersial). Prostitusi dianggap penyimpangan sosial karena dapat merusak diri pelaku dan citra masyarakat.
    • Kriminalitas
Pelaku kriminalitas adalah seseorang yang melakukan perbuatan melanggar hukum dan norma-norma yang berlaku. Perbuatan kriminal disebut kriminalitas. Orang-orang yang berbuat kriminal seperti pencuri, pembunuh dll. 
    • Korupsi 
Korupsi berasal dari bahasa Latin, Corruption atau Corrumpere yang berarti buruk, busuk, rusak. Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari tugas tertentu yang disengaja dilakukan untuk memperoleh keuntungan.


Akhdiat Hendra. 2011. Psikologi Hukum. Bandung: CV Pustaka Setia



Rabu, 05 Juli 2017

EFEK JANGKA PANJANG BAYI PREMATUR




  • PERKEMBANGAN FISIK DAN KESEHATAN 
Bayi prematur biasanya lebih kecil daripada bayi yang dilahirkan cukup umur, dan biasanya cenderung tetap lebih kecil daripada teman-teman sebayanya sekalipun sudah mencapai tahap pubertas dimana perkembangan biasanya sangat meningkat selama tahun pertama bayi prematur lebih banyak mengalami sakit dan menderita penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan bayi yang cukup umur. Kecenderungan sakit-sakitan menetap sampai kanak-kanak. Mereka sering mangalami cacat fisik, terutama cacat mata akibat anoxia, yaitu masalah yang umum  pada kelahiran bayi prematur.

  • KELAMBATAN PERKEMBANGAN
Sampai usia dua atau tiga tahun mereka sering mengalami kelambatan dalam perkembangan dibandingkan dengan bayi yang cukup umur. Misalnya mereka sering terlambat duduk, berdiri dan berbicara.

  • PERILAKU SENSORIK
Bayi prematur sangat peka terhadap semua bentuk suara, terhadap warna dan objek yang bergerak. Karena itu, pada saat bertambah besaria lebih terganggu daripada bayi cukup umur.

  • PENGENDALIAN MOTORIK
Bayi prematur seringkali janggal dan mempunyai sikap tubuh yang buruk. Sering terjadi cerebral palsy sebagai akibat dari kerusakan otak.

  • PERKEMBANGAN BICARA 
Perkembangan bicara pada bayi prematur lebih lambat daripada bayi yang cukup umur. Ocehan-ocehan bayi bertahan lebih lama dan ia lebih banyak mengalami cacat dalam bicara, terutama bicara gagap. Bayi prematur juga cenderung memiliki kosa kata lebih sedikit dan melakukan banyak kesalahan dalam menyusun struktur kalimat.

  • INTELIGENSI
Sebagai kelompok anak anak yang prematur mempunyai nilai IQ yang lebih rendah daripada anak yang dilahirkan dengan cukup umur dan ia mengalami cacat mental yang lebih parah karena luka otak. Nilai tes membaca dan berhitung cenderung lebih rendah dan kelasnya berada dibawah anak normal.

  • SOSIALISASI
Penyusuaian sosial anak prematur cenderung buruk dibandingkan anak yang cukup umur, keadaan ini berlangsung terus sampai masa remaja dan sebagian disebabkan sikap orang tua yang sangat melindungi. Mereka juga menunjukkan lebih banyak perilaku yang mengundang masalah pada setiap tahap usia.

  • PERILAKU EMOSIONAL
Beberapa anak prematur cenderung bersikap apatis secara emosional, tetapi lebih sering lagi menjadi pemarah, mudah tersinggung dan bersikap negatif. Kekacauan emosional sebagaimana sifat-sifat nervous, seperti mudah murah, berang, meledak dan mengisap jempol adalah lazim.

  •  PERILAKU MENYIMPANG
 Ketika bayi yang menderita kerusakan otak pada saat dilahirkan bertambah besar, mereka menunjukkan perilaku menyimpang seperti tak teratur. Kalau kerusakan otak hanya ringan dan bersifat sementara mereka dapat menunjukkan penyimpangan perilaku yang kurang matang dan mementingkan diri sendiri. Hal ini terutama karena mereka terlampau dilindungi oleh orang tua yang selalu khawatir.


Psikologi Perkembangan Edisi Kelima "Elizabeth B Hurlock"

JENIS-JENIS PERSALINAN


  •  ALAMIAH ATAU SPONTAN
Dalam persalinan alamiah, posisi dan besarnya janin dalam hubungannya dengan alat-alat reproduksi ibu mempermudah bayi lahir. Secara normal dengan posisi kepala di bawah.

  • SUNGSANG
Dalam persalinan sungsang, bokong keluar lebih dulu disusul oleh kaki dan akhirnya baru kepala.

  • MELINTANG
Posisi janin melintang dalam rahim ibu. Dalam hal ini harus dipergunakan alat-alat untuk persalinan kecuali kalau posisi janin dapat berubah sebelum proses kelahiran mulai.

  • ALAT
Kalau janin terlampau besar sehingga tidak dapat keluar secara spontan atau kalau posisinya sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan persalinan normal, harus dipergunakan alat untuk membantu persalinan.

  • PEMBEDAHAN CAESAR
Kalau hasil pemotretan sinar X yang dilakukan pada akhir masa kehamilan menunjukkan bahwa akan terjadi komplikasi bila bayi keluar melalui saluran lahir maka bayi harus dikeluarkan dari rahim ibu melalui pembedahan dinding perut ibu.


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN EDISI KELIMA "ELIZABETH B HURLOCK"

POLA PERKEMBANGAN FISIK SELAMA MASA BAYI




  • BERAT
Pada usia 4 bulan, berat bayi biasanya bertambah dua kali lipat. Pada usia satu tahun berat bayi rata-rata tiga  kali berat bayi pada waktu lahir atau sekitar 21 pon. Pada usia dua tahun rata-rata berat bayi Amerika adalah 25 pon. Peningkatan berat tubuh selama bayi terutama disebabkan karena peningkatan jaringan lemak.

  • TINGGI 
Pada usia empat bulan, ukuran bayi antara 23 dan 24 inci. Pada usia satu tahun antara 28 dan 30 inci, dan pada usia dua tahun antara 32 dan 34 inci.

  • PROPOSI FISIK
Pertumbuhan kepala berkurang dalam masa bayi, sedangkan pertumbuhan badan dan tungkai meningkat. Jadi bayi berangsur-angsur menjadi kurang berat di atas dan tampak lebih ramping dan tidak gempal pada masa akhir bayi.

  • TULANG 
Jumlah tulang meningkat selama masa bayi pengerasan tulang dimulai pada awal tahun pertama, tetapi belum selesai sampai masa puber. Ubun-ubun atau daerah otak yang lunak 50% bayi yang lahir telah tertutup pada usia delapan belas bulan, dan pada hampir semua bayi telah tertutup pada dua tahun.

  • OTOT DAN LEMAK         
Urat otot sudah ada pada waktu lahir tetapi dalam bentuk yang belum berkembang. Urat otot itu berkembang lambat selama masa bayi dan lemah. Sebaliknya jaringan lemak berkembang pesat, sebagian karena tingginya kadar lemak di dalam susu yang merupakan bahan makanan pokok bagi bayi.

  • BANGUN TUBUH 
Selama tahun kedua, ketika proporsi tubuh berubah bayi mulai memperlihatkan kecenderungan bangun tubuh yang karakteristik. Tiga bentuk bangun tubuh yang paling lazim adalah ektomorfik, yang cenderung panjang dan langsing, endomorfik, yang cenderung bulat dan gemuk, dan mesomorfik, yang cenderung berat, keras, dan empat persegi panjang.

  • GIGI
 Rata-rata bayi mempunyai empat hingga enam gigi susu pada usia satu tahun dan 16 pada usia dua tahun. Gigi yang pertama muncul adalah gigi depan sedangkan yang terakhir adalah geraham. Empat gigi susu yang terakhir biasanya baru muncul pada tahun pertama masa kanak-kanak.

  • SUSUNAN SARAF
Pada waktu lahir, berat otak adalah seperdelapan berat total bayi. pertambahan berat otak paling pesat pada usia dua tahun. Otak kecil yang berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan pengendalian tubuh, bertambah beratnya tiga kali lipat satu tahun sesudah kelahiran. Ini berlaku juga untuk otak besar. Sel-sel yang belum matang, yang ada pada waktu kelahiran terus berkembang sesudah kelahiran tetapi secara relatif beberapa sel baru terbentuk.

  • PERKEMBANGAN ORGAN PERASA
Pada usia tiga bulan, otot mata sudah cukup terkoordinasi untuk memungkinkan bayi melihat sesuatu secara jelas dan nyata dan sel-sel kerucut sudah berkembang baik untuk memungkinkan mereka melihat warna. Pendengaran berkembang pesat selama waktu ini. Penciuman dan pengecapan yang berkembang baik pada waktu kelahiran terus membaik selama masa bayi. Bayi sangat tanggap terhadap semua perangsang kulit karena tekstur kulit mereka yang tipis dan karena semua organ perasa yang berhubungan dengan peraba, tekanan, rasa sakit, dan suhu berkembang dengan baik.



PSIKOLOGI PERKEMBANGAN EDISI KELIMA "ELIZABETH B. HURLOCK"

     

Sabtu, 10 Juni 2017

KETIKA KEPERCAYAAN DIRI REMAJA TERGANTUNG PADA BARANG-BARANG BRANDED





Tidak dapat dipungkiri manusia adalah individu yang tidak terlepas dari berbagai macam kebutuhan dalam hidupnya, seperti kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Tidak terkecuali pada kalangan remaja. Di dalam pertumbuhan dan perkembangannya menuju kejenjang kedewasaan kebutuhan-kebutuhan remaja selalu mengalami perubahan, dan kebutuhan yang mendasar adalah kebutuhan fisik dan psikologis yang menyebabkan bagaimana remaja berperilaku. Remaja  yaitu dari bahasa Latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. (Hurlock, 1992). Adapun usia remaja  Monks membagi masa remaja menjadi tiga fase, yaitu: Fase remaja awal dalam rentang usia 12-15 tahun, fase remaja madya dalam rentang usia 15-18 tahun, dan fase remaja akhir dalam rentang usia 18-21 tahun (Monks, dkk 2001). Masa remaja adalah masa mencari identitas dan periode transisi pada usia remaja membuat remaja akan selalu berusaha untuk dapat diterima dengan baik oleh kelompok sosialnya, berbagai usaha dilakukan oleh remaja untuk mengangkat dirinya sendiri agar dipandang sebagai individu. Salah satu usaha yang dilakukan adalah remaja terus menerus mengikuti perkembangan mode, membeli barang-barang branded (barang-barang mahal untuk kelas remaja ) untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa penampilan fisik merupakan suatu kontributor yang sangat berpengaruh pada rasa percaya diri remaja, (Santrock dalam Kusumaningtyas,2009). Jika remaja merasa memiliki kekurangan pada dirinya dalam konteks fisik, maka remaja ini akan cenderung menggunakan barang-barang branded sebagai kompensasi terhadap kekurangannya. (Sinaga dalam Kusumaningtyas, 2009). Perilaku seperti ini sering menimbulkan masalah pada diri remaja.  Tidak jarang penulis temui remaja-remaja yang kepercayaan dirinya tergantung pada barang-barang branded. Bukan nama yang sebenarnya “Mawar”  (16 tahun), “saya nggak PD jalan dan nongkrong sama teman-teman d Mall-mall, cafe, restaurant dan tempat-tempat keren lainnya, kalau ngga pake barang-barang branded, karena dengan barang-barang branded kepercayaan diri saya semakin bertambah,dan untuk mendapatkan biasanya  minta sama orangtua bahkan sampai merengek-rengek” ungkapnya sambil tersenyum. Sebenarnya mengkonsumsi barang-barang  branded  yang tergolong mahal itu tidaklah menjadi problem yang sangat besar bagi remaja yang status ekonominya memang serba berkelebihan, remaja telah  memahami bahwa kepercayaan diri itu tidak hanya dari menggunakan barang-barang branded, dan perlu diingat juga jangan sampai memaksakan keadaan, karena itu akan menyebabkan  kondisi keuangan tidak terorganisasi dengan baik.  Namun sangat disayangkan bahwa realitasnya sebagian remaja melakukan hal-hal yang buruk untuk memenuhi keinginannya, seperti memaksa orang tua bahkan ada yang sampai menipu orang tuanya.  Contohnya  “LD” (18 tahun) menghabiskan uang kuliahnya belanja barang-barang branded seperti baju, tas, sepatu di mall-mall & di butik-butik, perlengkapan kampus yang lebih pentingpun terabaikan. Dan  jika merasa budgetnya sudah tidak mencukupi dia hanya meminta uang bahkan tidak segan berbohong ke  orangtuanya dengan alasan pembayaran uang kuliah seperti uang praktek, uang buku, uang ujian dll. Tidak hanya itu saja banyak hal-hal yang lebih buruk lagi, seperti menjual diri sebut saja “Bunga” (19 tahun), rela melakoni profesi sebagai PSK karena tuntutan gaya hidup yang up to date yang membuat rasa percaya dirinya meningkat. “hmmmmmmm Sekarang mah enak bebas beli barang-barang branded dan tentunya lebih percaya diri bergaul dengan teman-teman”, ungkapnya polos”. Rasa ketergantungan remaja terhadap barang-barang branded  seperti diatas semakin hari semakin banyak kita saksikan, disaat remaja diharapkan menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, sungguh memprihatinkan ketika kita melihat fakta bahwa hal tersebut berbanding terbalik. Tentu sebagai orangtua tidak menginginkan hal-hal buruk diatas terjadi pada anak-anak, dan remaja-remaja sendiri pun tidak menginginkannya, karena dampaknya sangat buruk dan tentunya akan menimbulkan penyesalan dikemudian hari.  Nah sekarang pertanyaannya adalah bagaimana agar remaja terhindar dari perilaku negatif seperti ini ? solusinya adalah pertama dari orangtua karena orangtua memegang peranan yang paling istimewa. Orang tua harus secara tulus dan konsisten menunjukkan cinta dan sayang, sehingga anak akan berpikir bahwa ia pantas untuk dicintai baik oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri, sebaliknya jika orangtua tidak memberikan kehangatan, penerimaan dan cinta dalam hubungan dengan anak, maka anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang kurang, orangtua sebaiknya menghindari membanding-bandingkan dengan saudara kandung ataupun dengan anak orang lain, dan orangtua harus membiarkan anak mengambil resiko, membuat  pilihan, memecahkan, dan mengakhiri apa yang telah anak mulai.  Sedangkan Untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada diri remaja sendiri yaitu remaja harus memiliki konsep diri yang positif, jika seseorang individu sudah mengenal keadaan dirinya dan dapat menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki maka individu tersebut akan memiliki percaya diri yang baik, percaya pada kemampuan diri sendiri dan menganggap bahwa diri kita sebagai seseorang yang spesial kita tidak boleh menganggap remeh diri kita sendiri karena kita dilahirkan dalam keadaan hebat, percaya bahwa kita dilahirkan memiliki kelebihan untuk menutupi kelemahan orang lain,  Perkaya diri dengan banyak pengetahuan karena itu akan membuat rasa percaya diri meningkat ketika sedang berbicara, berinteraksi dengan lingkungan dengan interaksi seseorang individu akan memperoleh informasi dirinya dari orang lain, sehingga individu lebih mengenal dirinya lebih dalam, mendekatkan diri dengan lingkungan yang positif seperti masuk dalam tim olahraga, kesenian, kelompok-kelompok diskusi atau berorganisasi  karena untuk meningkatkan rasa percaya diri bukan hanya soal jadi populer tapi bagaimana “dikenal”, dan tentunya jalan yang termudah adalah bergabung dengan kelompok-kelompok olahraga, kesenian, kelompok diskusi di sekolah, kampus, dan organisasi kemasyarakatan lainnya, nah yang terakhir adalah berdoa karena semua usaha akan lebih sempurna jika diiringi dengan doa. So come on, jadilah remaja yang cerdas jangan mau jadi remaja yang menggantungkan kepercayaan diri pada barang-barang branded, percayalah tanpa barang-barang branded kalian para remaja akan tetap menjadi anak yang keren kok,karena  membanggakan atau tidak membanggakan, dan diterima atau tidak diterima dalam kelompok sosial itu tidak tergantung pada barang branded yang kalian bawa atau kalian pakai. Sekali lagi penulis ingatkan bahwa, bukan hanya untuk kaum remaja saja tetapi orangtua pun harus mengetahui dan menjalankan fungsi dan perannya dengan baik, sehingga remaja dapat terhindar dari perilaku negatif dan bisa menggapai cita-cita yang diinginkan.