Pages

Sabtu, 26 September 2015

GANGGUAN KEPRIBADIAN HISTRIONIK




Gangguan kepribadian histrionik adalah salah satu gangguan kepribadian yang termasuk dalam kelompok dramatik/eratik. Diagnosis kepribadian histrionik , yang sebelumnya disebut kepribadian histerikal, ditegakkan bagi orang-orang yang terlalu dramatis dan mencari perhatian. Mereka seringkali menggunakan ciri-ciri penampilan fisik, seperti pakaian yang tidak umum, rias wajah, atau warna rambut untuk menarik perhatian orang kepada mereka. Para individu tersebut, meskipun menunjukkan emosi secara berlebihan, diperkiran memiliki kedangkalan emosi. Mereka berpusat pada diri sendiri, terlalu memedulikan daya tarik fisik mereka, dan merasa tidak nyaman bila tidak menjadi pusat perhatian. Mereka dapat sangat provokatif dan tidak senonoh secara seksual tanpa memedulikan kepantasan dan mudah dipengaruhi orang lain. Bicaranya seringkali tidak tepat dan kurang memiliki detail. Sebagai contoh mereka dapat menyatakan pendapat secara tegas, namun tidak dapat memberikan informasi yangmendukung. Diagnosis ini memiliki prevalensi sekitar 2 persen dan lebih banyak terjadi pada perempuan dibanding pada laki-laki (Torgersen, Kringlen, & Cramer, 2001). Gangguan kepribadian histrionik lebih banyak terjadi dikalangan orang-orang yang mengalami perpisahan atau perceraian dengan pasangannya, dan dihubungkan dengan depresi serta kesehatan fisik yang buruk (Nestadt dkk., 1990). Komorditasnya dengan kepribadian ambang juga tinggi.
Kriteria Gangguan Kepribadian Histrionik dalam DSM-IV-TR
Terdapat lima atau lebih ciri-ciri di bawah ini:
  • ·         Kebutuhan besar untuk menjadi pusat perhatian
  • ·         Perilaku tidak senonoh secara seksual yang tidak pantas
  • ·         Perubahan ekspresi emosi secara cepat
  • ·         Memanfaatkan penampilan fisik untuk menarik perhatian orang lain pada dirinya
  • ·         Bicaranya sangat tidak tepat, penuh semangat mempertahankan pendapat yang kurang memiliki detail
  • ·         Berlebihan, ekspresi emosional yang teatrikal
  • ·         Sangat mudah disugesti
  • ·         Menyalahartikan hubungan sebagai lebih intim dari yang sebenarnya

Etiologi Gangguan Kepribadian Histrionik
                Teori psikoanalisis mendominasi dan berpendapat bahwa emosionalitas dan ketidaksenonohan perilaku secara seksual  didorong oleh ketidak senonohan orang tua, terutama ayah kepada anak perempuannya. Pasien yang mengalami gangguan ini diduga dibesarkan dalam lingkungan keluarga di mana orang tua berbicara tentang seks sebagi sesuatu yang menyenangkan dan diiinginkan. Pola asuh tersebut dapat menjelaskan fokus pikiran pada seks, dikombinasi dengan ketakutan untuk benar-benar berperilaku secara seksual. Ekspresi emosi yang berlebihan pada orang-orang histrionik dipandang sebagai simtom-simtom konflik tersembunyi tersebut, dan kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian dipandang sebagai cara untuk mempertahankan diri dari perasaan yang sebenarnya yaitu harga diri yang rendah (Apt & Hurlbert, 1994; Stone, 1993).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar