Pages

Sabtu, 26 September 2015

GANGGUAN KEPRIBADIAN KELOMPOK ANEH/EKSENTRIK




Kelompok aneh/eksentrik terdiri dari tiga diagnosis-gangguan kepribadian paranoid, skizoid, dan skizotipal. Simtom-simtom gangguan tersebut memiliki beberapa kesamaan dengan simtom-simtom skizofrenia, terutama dengan simtom ringan dalam fase prodormal dan residual.
Gangguan Kepribadian Paranoid
                Individu yang mengalami gangguan kepribadian paranoid  selalu mencurigai orang lain. Orang-orang dengan diagnosis ini merasa dirinya diperlakukan secara salah dan dieksploitasi oleh orang lain sehingga berperilaku misterius dan selalu waspada terhadap tanda-tanda adanya tipu daya atau pelecehan. Mereka seringkali kasar dan bereaksi dengan kemarahan terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan. Individu semacam itu enggan memercayai orang lain dan cenderung menyalahkan mereka serta menyimpan dendam meskipun bila ia sendiri juga salah. Mereka sangat pencemburu dan tanpa alasan dapat mempertanyakan kesetiaan pasangan atau kekasih mereka.
                Para pasien yang mengalami gangguan kepribadian paranoid dipenuhi keraguan yang tidak beralasan terhadap kesetiaan orang lain atau bahwa orang lain tersebut dapat dipercaya. Mereka dapat melihat makna negatif atau ancaman pada berbagai kejadian; contohnya, individu dapat merasa yakin bahwa anjing milik tetangganya sengaja menggongong di awal pagi untuk mengganggunya. Diagnosis ini berbeda dari skizofrenia tipe paranoid karena simtom-simtom lain skizofrenia, seperti halusinasi, tidak terjadi dan keberfungsian sosial dan pekerjaan tidak terlalu terpengaruh. Juga tidak terjadi disorganisasi kognitif yang merupakan karakteristik skizofrenia . diagnosis juga ini berbeda dari gangguan waham karena tidak terjadi delusi penuh.
                Gangguan kepribadian paranoid paling bayak terjadi pada kaum laki-laki dan paling banyak dialami bersamaan dengan gangguan kepribadian skizotipal, ambang, dan menghindar (Bernstein, 1993; Morey, 1988). Prevalensinya berkisar 2 persen (Torgersen, Kringlen, & Cramer, 2001).
 Kriteria Gangguan Kepribadian paranoid dalam DSM-IV-TR
  • ·         Kecurigaan yang bersifat pervasif bahwa dirinya sedang dicelakai, dikhianati, atau dieksploitasi
  • ·         Keraguan yang tidak berdasar terhadap kesetiaan teman-teman atau para rekanan dan bahwa mereka dapat dipercaya
  • ·         Enggan memercayai orang lain karena  kriteria di atas
  • ·         Memberikan makna tersendiri terhadap berbagai tindakan orang lain yang tidak mengandung maksud apapun
  • ·         Mendendam atas berbagai hal yang dianggapnya sebagai kesalahan
  • ·         Reaksi berupa kemarahan terhadap apa yang dianggapnya sebagai serangan terhadap karakter atau reputasi
  • ·         Sama dengan dua kriteria pertama, kecurigaan yang tidak berdasar terhadap kesetiaan pasangan hidupnya atau pasangan seksual lain.
Gangguan Kepribadian Skizoid
Kriteria Gangguan Kepribadian Skizoid dalam DSM-IV-TR
  • ·         Kurang berminat atau kurang menyukai hubungan dekat
  • ·         Hampir secara eksklusif lebih menyukai kesendirian
  • ·         Kurangnya minat untuk berhubungan seks
  • ·         Hanya sedikit, jika ada, mengalami kesenangan
  • ·         Kurang memiliki teman
  • ·         Bersikap masa bodoh terhadap pujian atau kritik dari orang lain
  • ·         Afek datar, ketidaklekatan emosional
Pasien yang mengalami gangguan kepribadian skizoid tidak menginginkan atau menikmati hubungan sosial dan biasanya tidak memiliki teman akrab. Mereka tampak tumpul , datar, dan menyendiri serta tidak mempunyai perasaan hangat serta tulus kepada orang lain. Mereka jarang memilki emosi kuat, tidak tertarik pada hubungan seks, dan hanya mengalami sedikit aktivitas yang menyenangkan. Bersikap masa bodoh terhadap pujian, kritikan, dan perasaan orang lain, individu yang mengalami gangguan ini adalah seorang penyendiri dan menyukai berbagai aktivitas yang dilakukan dalam kesendirian. Prevalensi gangguan kepribadian skizoid dilaporkan kurang dari 2 persen. Prevalensinya sedikit lebih kecil pada kaum perempuan dibanding pada kaum laki-laki (Torgersen, Kringlen, & Cramer, 2001).

Gangguan Kepribadian Skizotipal
Kriteria Gangguan Kepribadian Skizotipal dalam DSM-IV-TR
  • ·         Ideas of reference
  • ·         Keyakinan yang aneh atau pemikiran magis, a,l,. Percaya terhadap persepsi ekstra indrawi
  • ·         Persepsi yang tidak biasa, a,l,. Keyakinan yang menyimpang tentang tubuhnya
  • ·         Pola bicara aneh
  • ·         Kecurigaan yang ekstrem, paranoid
  • ·         Afek yang tidak sesuai
  • ·         Perilaku atau penampilan yang aneh
  • ·         Kurang memilki teman akrab
  • ·         Rasa tidak nyaman yang ekstrem atau kadang kecemasan yang ekstrem bila berada diantara orang lain

Para pasien yang mengalami gangguan keperibadian skizotipal biasanya memilki kesulitan dalam hubungan interpersonal yang terjadi dalam kepribadian skizoid dan kecemasan sosial yang berlebihan yang tidak berkurang setelah mereka mengenal orang-orang disekitarnya. Beberapa simtom tambahan yang lebih eksentrik terjadi dalam gangguan kepribadian skizotipal. Simtom-simtom tersebut pada intinya adalah simtom-simtom yang menandai fase prodormal dan residual skizofrenia.
Para pasien yang mengalami gangguan kepribadian skizotipal dapat memiliki kepercayaan yang aneh atau pemikiran magis-takhayul, keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan paranormal dan telepati-dan ilusi yang berulang-mereka dapat merasakan kehadiran suatu kekuatan atau seseorang yang secara aktual tidak berada disana. Dalam pembicaraan, mereka dapat menggunakan kata-kata dengan cara yang tidak umum dan tidak jelas, contohnya, “bukan orang yang sangat dapat berbicara.” Perilaku dan penampilan mereka juga eksentrik; sebagai contoh, mereka berbicara kepada diri sendiri dan memakai pakaian yang kotor serta kusut. Ciri yang juga umum terjadi adalah ideas of reference (keyakinan bahwa berbagai kejadian memiliki makna yang khusus dan tidak biasa bagi orang yang bersangkutan), kecurigaan, dan pikiran paranoid. Afek tampak terbatas dan datar.

3 komentar:

  1. ada juga avoidant personality disorder ya ?

    BalasHapus
  2. #Eko ada,. gangguan kepribadian menghindar kan??? :)

    BalasHapus
  3. Apa gangguan kepribadian tersebut bisa diatasi??
    Karna terlalu membingungkan merasa selalu waspada dan tdak mempercayai org lain.

    BalasHapus